Kamis, 03 November 2011

BYE!!!

Sometimes, you just need to go and leave some place, when you feel that you uncomfortable coz of everybody have known you private zone!!

Rabu, 02 November 2011

Wilujeng Tahun Anyar urang Sunda

Heyyy,, urang sunda sadayana, ayeuna teh kaping 3 nopember, anu berarti ayeuna teh taun anyar urang sunda!! Wilujeng taun anyar urang sadayana ka sadaya urang sunda anu aya di parahyangan sareng anu aya di sadaya juru nagari. Nya sapertos anu ku urang sarerea apal, ai urang sunda teh pan sanes anu cicing na di tanah sunda waenya, sapertos bandung, kuningan, bogor atanapi bekasi jsb, tapi oge saha jalmi anu reueus kana budaya sunda, anu tiasa nyarios basa sunda, jeung reueus ngaku yen eta jalmi teh urang sunda, nya ari tempat cicingna mah bisa dimana bae, bisa di Jakarta, bisa di Bali, bisa di Luar negeri oge, nanging upami ngagaduhan ciri - ciri anu ku sim abdi di sebatkeun di luhur mah, berarti eta tiasa disebat urang sunda.
Okelah, sakali deui wilujeng tahun anyar urang sunda sadayana !!!

Jangan Marah..jangan marah!!

Astaghfirullah, sabarrr,,sabarrr!!!! ya Tuhan pantes aja...!!! duh astaghfirullah!!! untung orang kayak elu cuma satu, kalo 2?!ke laut aja dech lu!!!!

Ini dunia kerja woyyy!! dunia kerja, kalo lagi emosi sama keluarga, atau berantem sama pacar, atau stress gak dapet2 pacar, BT nya jangan dibawa - bawa ke kantor donk!!! lu fikir semua orang tuh hatinya kyk elu gitu?yang terbuat dari batu kali?hah?! GAK WOY!! semua orang disini itu manusia biasa yang  hatinya terbuat dari gumpalan darah, bisa terluka bisa berdarah - darah oleh kata - kata lu yang nusuk itu!! sekali dua kali sih kita maklum, tapi kalo sering - sering, ya ampun,,idup aja sana lu ke utan!! biar gak perlu ngejaga perasaan orang, biar lu bisa idup dengan tenang, tanpa ada yang bikin lu kesel!! orang - orang juga uda males kali kalo harus terus jaga perasaan lu terus, sementara elunya galak gitu, kyk orang yang uda siap nelen orang bulet2 kalo nanya sesuatu!!

Hmm, well gw sih cm bisa berdo'a semoga situ lekas dilembutkan hatinya, dan segera memahami bahwa hidup adalah proses toleransi sepanjang masa. Karena ini Bumi Alloh, bukan bumi lu jadi semua yang tinggal disini juga ya Makhluk ciptaaannya Alloh, bukan cuma lu, maka memiliki kemampuan bertoleransi yang baik dan saling jaga perasaan sangat diperlukan di sini.

Huufth,,ighfirlana ya karim.
Faidza azzamta fa tawakkal 'alallah

Langit,,langitan lagi..

Segagah gagahnya Langit, ia bisa menangis juga..bukti kongkretnya adalah turunnya hujan, ya itu adalah salah satu bukti kalau langitpun menangis, ya langit yang gagah itu menangis.

Selewat aja sih

Terkikik sendiri dibalik monitor komputer gw, melihat pemandangan yang lazim terjadi setiap tanggal muda begini, iya habis gajian. Pemandangan yang lazim didapati di sini adalah, seorang wanita paruh baya yang sibuk wara wiri membagikan secarik kertas kepada beberapa orang tertentu, ya gw memang gak pernah kebagian sih, alhamdulillah dech batin gw, karena you know what it's consist? yeps DAFTAR RINCIAN UTANG GORENGAN!!!..hahahha such a stupid phenomenon!!
Apa yang kefikir saat itu?? orang - orang yang dengan mudahnya melupakan hutang - hutang mereka hingga satu bulan lamanya!!OHmy?! Coba dech baca lagi pelan - pelan, DAFTAR RINCIAN UTANG GORENGAN!! ya gorengan..gorengan harga satuannya berapa sih?masa iya buat makan gorengan aja mesti diutang sampe sebulan lamanya, nunggu gaji turun dan tagihan disebar, baru bayar utang, Ya Alloh, dari banyak segi ini tuh udah salah banget, secara yang utang itu bukan dari kalangan rakyat jelata yang gajinya seratus dua ratus perbulan, tapi berjuta - juta. Ya ini lah potret dimana orang - orang besar yang begitu ngentengin akan urusan utang apalagi yang diutangin orang kecil. Huuft, gw yakin hal ini gak cuma terjadi di sekitar gw aja, tapi juga ini lazim terjadi di sekitar masyarakat luas lainnya juga, ya fenomena ngegampangin utang. Padahal ini mengerikan loh yah, karena kan perkara utang itu bukan perkara kecil yang urusannya cuma sampe dunia aja, tapi hutang juga adlah perkara yang bisa membuat kita tertahan di proses hisab karena hutang yang kita miliki di dunia eh ternyata belom kita bayar, nah loh?!! Jadi tentu perkara utang piutang ini gak bisa dianggap sepele dan di nanti - nantiin aja bayarnya, karena ini berkaitan langsung sm umur, ya kan?umur itu kan hal yang sulit diprediksi, sampai kapan kita akan tetap hidup, atau kapan kita waktunya lewat. Jangan sampe pas kita lewat, eh kita masih nyisain utang di dunia sekecil apapun, karena nanti urusan diakhiratnya bakal berat, ya kalo yang diutangin udah ikhlas sih lain cerita yah.
Hmmm, well gw sih miris aja gitu, kok bisa sih ada gerombolan orang yang bisa dengan entengnya menunda - nuda melunasi utangnya padahal dia mampu, yeps semoga kita tidak termasuk kedalam orang - orang yang menahan hak orang lain (utang).

Selasa, 01 November 2011

Abu..

Malam itu ia mengunjungiku lagi dengan sebuah misi yang di otaki oleh Lelaki menyebalkan itu. Aku menyambutnya dengan suka cita, maklum seminggu sudah kami tak bertemu, meski kami sebelumnya sudah terbiasa tinggal berjauhan, namun selama ia di Jakarta intensitas pertemuan kami memang jadi lebih sering. Kali ini ia menemuiku dengan wajah kusut, kesan tampan khas laki - laki remaja negeri tirai bambu yang biasa nampak pada nya kini tak sedikitpun terlihat. Ada luka yang ku tangkap dari sorot matanya yang sipit namun tajam. Ia nampak sangat kelelahan, tiba ditempat kostku, ia menghempaskan tubuhnya di kasurku, aku tak mengatakan apapun, aku duduk dibawah kasur sambil menonton tivi dan membuka dompetku, beberapa ratus ribu ku keluarkan dari dompetku, lalu tiba - tiba ia terbangun dan membetulkan posisi duduknya.

"Oia, kak, ini es krim pesananmu" ujarnya sambil membuka tas gendong yang ia bawa, ya itu adalah kalimat pertama yang keluar semenjak pertemuan kami kali ini.
"Oh, habis berapa uangmu untuk beli eskrim ini?" tanya ku sambil mengambil satu magnum almond favoriteku.
"Hm, 20ribu kak." Ujarnya singkat sambil mulai melahap eskrimnya.

Aku keluarkan lagi uang 20dua puluh ribuan dan menyerahkannya berikut dengan uang beberapa ratus ribu yang memang menjadi misinya kali ini mengunjungiku. Aku tahu ini bukan keinginannya, jadi aku tetap tak terganggu. Diam - diam aku mengamati ekspresinya saat melahap eskrimnya, ahh, adikku, benarkah kau belum pernah sekalipun mencicipi eskrim ini?maafkan aku karena aku baru bisa membuatmu merasakannya kali ini.ucapku membatin dengan air mata yang mulai menggenang, untung air mata itu tak jadi jatuh karena sebuah acara tv yang sedang kami tonton memecah kesunyian diantara kami. Selama beberapa menitpun kami tertawa - tawa, hanyut oleh acar tv tersebut, namun luka yang dia simpan sungguh tak bisa disembunyikan dlam jangka waktu yang lama, ia kembali terdiam setelah eskrimnya habis, ada sorot mata penuh luka yang tampak dari matanya lagi, entahlah setiap kali ia murung, maka seolah wajah vic zhou pun sirna dari wajahnya. Sesak rasanya, aku tahu itu luka, aku tahu itu air mata tertahan darimu dik, maka ku beranikan bertanya padanya, meski dengan kata yang terbata.

"Ada apa, dik?" tanyaku berusaha sebiasa mungkin.
"Kak, tahukah kau?aku sekarang menjadi seorang anak remaja yang paranoid terhadap ayahku sendiri setiap aku melakukan sedikit saja kesalahan" ujarnya dengan suara parau, seperti tercekat dalam tenggorkannya.
Seketika aku terhenyak, ah adikku, kau terlalu muda untuk merasakan apa yang ku rasakan dulu saat akupun tinggal bersama ayah kita. Maka sekuat hati ku beranikan diri pula untuk bertnya padanya.
"Memang kenapa?ah, maksudku paranaoid gimana?" begitu ujarku tanpa menatap matanya sedikitpun, aku takut air mata kami jatuh, aku tahu sebenarnya dia juga menyadari bahwa aku mengetahui lukanya.
"Kau tahu kan tv di rumah ayah?sering berubah settingannya jika kau tak sengaja menekan tombol yang salah?" ujarnya kemudian, aku mengangguk cepat dan ingatanku pun terbang pada saat dimana aku pernah melakukan kesalahan yang sama seperti adikku, dan ayah kamipun murka bukan main kepadaku, padhal hal itu sangat sepele.
"Iya, kau tahu kan, ayah pasti sangat marah padaku, begitu tahu settingan tv nya berubah?dan kau juga tahu kan, pada saat aku gugup, aku akan semakin sering melakukan kesalahan?maka saking ketakutannya aku, aku menulis semua langkah - langkah untuk mengembalikan settingan tv itu sesuai dengan settingan ayah, sebelum aku merusaknyaa, aku mencatatnya dalam hpku, jadi ketika aku tidak sengaja menekan tombol yang salah, maka aku bisa dengan segera mengembalikannya ke settingan ayah. Kau tahu bagaimana rasanya?itu sangat menakutkan bagiku" Ujarnya dengan senyum getir dan mata memerah karena air matanya menggenang seakan siap tumpah, jujur saja, sebenernya saat itu juga aku ingin sekali memeluknya, menguatkannya agar ia tetap kuat dan sabar menghadapi ketakutan - ketakutan yang ia alami selama tinggal dengan ayah, kau terlalu muda, Abu. Ya terlalu muda untuk mengatasi ketakutanmu sendirian. Aku mengerti perasaan mu Abu, karena sebelum kau, aku juga sudah mengalaminya. Kita tidak bisa menyalahkan siapa - siapa atas sikap ayah, atau memprotes Tuhan karena telah menakdirkan kita sebagai anak dari lelaki kejam itu. Yang bisa kita lakukan hanyalah bersabar, Abu, sabar.
Aku menggenggam tangannya kuat - kuat, ia melihat genangan di sudut mataku yang hendak tumpah, menyadari itu ia langsung menghiburku dengan mengatakan hal - hal lucu yang membuatku urung menangis, lalu dengan lirih ia berkata.
"Aku kuat Kak, asal aku bisa segera pergi dari tempat ayah."
Ya itu yang Abu ucapkan padaku, aku tk bisa menahannya untuk tetap bertahan di Kota ini, meski aku sangat menginginkannya, karena aku tahu kota ini tak lebih dari sekedar sarang duka baginya, ya bersabarlah Abu. Sebelum ia kembali ketempat ayah, aku berpesan padanya agar ia tumbuh menjadi seorang lelaki baik - baik yang penuh ketakutan hanya kepada Tuhan, bukan kepada makhluk seperti ayah kami. Ya Abu, kau adalah harapan pertamaku untuk menjadi tauladan yang baik bagi adik kita Raziq. Bersabarlah Abu.