Rabu, 21 Maret 2012

Absurd feeling

Aku sulit menfsirkan apa nama dari perasaan ini, setiap ku putar lagu ini hatiku gerimis.
Ini adalah sebuah lagu cinta bernafaskan islami yg disenandungkan oleh 4 orang yang masing - masing 2 laki - laki dan 2 perempuan. Ah aku tidak sedang jatuh cinta, tapi rasanya hatiku teriris - iris saat mendengar lagu ini aku menjadi diam seribu bahasa *lebay*, tiba2 ada yg terasa berat di kantung mataku, hatiku ah, ada nyelekit disana, ada malu kepada Nya. Rabbi ini kah cinta, tapi kemana rasa cinta ini aku alamatkan?kalau pada kenyataannya tidak satupun lelaki yg sedang kucintai kecuali ayah dan adik2ku. Jika mendengar lagu ini maka yang tergambar adalah sebuah rasa cinta yg seharusnya dialamatkan kepada seorang pria yang bgitu mencintai Tuhannya, seorang pria yang dengan cintanya kepada sang perempuan, ia mampu menjaga kehormatan dan kesucian cinta keduanya hingga gerbang pernikahan terlewati. Iya benar harusnya cintaku ini dialamatkan kepada pria seperti itu, tapi mengapa sekarang??disaat aku bahkan belum bertemu dengan lelaki seperti itu. Adakah ini rindu??merindukan seseorang yang bahkan kita tidak ketahui keberadaannya?wajarkah ini? Rabbi... :'(

Selasa, 20 Maret 2012

Menepi

Kadang menepi itu perlu, karena tidak semua urusan maupun masalah orang lain perlu kita campuri apapun dalihnya. Juga soal pekerjaan atau hal - hal lain yg menyangkut perusahaan, tidak selalu membutuhkan keterlibatan kita disana. Kadang kita hanya perlu bersikap masa bodoh dengan hanya melakukan kewajiban - kewajiban pekerjaan kita saja, sementara kesemrawutan pekerjaan orang lain atau konflik - konflik yang melibatkan rekan kerja dengan yg lainnya yang tidak berkaitan langsung dengan kita ya ada baiknya untuk dihindari saja, jangan menceburkan diri ke dalam konflik atau pergulatan tersebut. Kenapa? karena sesunggunya tidak ada manfaat yang akan kita terimadari sikap sok care kita terhadap hal - hal tersebut. Salah - salah malah kita yang terkena getahnya. Maka saya salut terhadap beberapa rekan kerja yang mampu mengaplikasikan hal tersebut dalam kesehariannya yang nampak lebih asyik mengurusi urusannya sendiri tanpa harus ikut BT dengan urusan orang lain. Jujur saja, saya memang belum terbiasa dengan hal itu, karena sikap 'kepo' saya yang sulit dikendalikan, hingga akhirnya saya sering terlarut dalam masalah yang tidak seharusnya saya fikirkan. Ujungnya apa?fokus saya bercabang dan cape hati ikut-ikutan mengurusi urusan orang lain. Maka berbahagialah kalian yang dianugerasi rasa selfish yang luar biasa, karena at least kalian tidak akan terbebani dengan masalah - masalah orang lain. Senangnya!

Jumat, 16 Maret 2012

Entahlah.

My Name is Lea Olivia Zahara, they used to call me Lea or ea. Honestly I prefer to called Ea than Lea.
I'm not a perfect one, i just extra ordinary, rare and what else?! just judge by your self, it's free for judging me, hahaha. I'm 20 year old on March.

well, too late sih ya talking 'bout my self, tapi ya better late then never lah yah.
Udah lama sih gw gak up date blog gw, gw terlalu terlenakan oleh kesibukan dan aktivitas - aktivitas random kayak twitteran, mention - mentionan gajebo, duh mungkin saat itu gw khilaf kalo gue no longer as ABG, hahaha. Bikin twitt yang katanya beberapa orang yg memang udah kenal gw dari dulu katanya too much galau dan bahkan some of them ada yang langsung sms gw, tanya kenapa gw sekarang segalau itu di twitter, hahha. Gw sih pas dapet sms kayak gitu cuma nyengir aja dan gak gw bales, biarin aja yang penting aslinya gw gak segalau itu. Gak sengebet itu pengen punya pacar, atau yah hal - hal random lainnya yg gw tulis di twitter. Ohiya tau gak jadi pas tanggal 14 maret itu umur gw kan jadi 20 tahun tuh, alhamdulillah, tapi gak seperti tahun - tahun sebelumnya ada orang yang selalu jadi orang pertama yg ngucapin selamat ke gw, di tahun ini malah nggak loh, dia malah ngucapinnya pas malem tanggal 14 nya jam 10an gt deh, katanya mau jadi yg terakhir ngucapin ke gw gitu. Well, tau nggak gw nulis ini sambil gw stalking FBnya gt, liat newest fotonya, air mata gw menggenang, duhh gak kuat, serius!! gak tau deh perasaan apa ini namanya, elu kan bukan pacar terakhir gw sebelum akhir gw memutuskan untuk sendiri dulu. Tapi tuh dari semua mantan, cuma sama lu yang paling ngebekas!! gw gak ngerti kenapa??!! jangan - jangan emang bner lagi kata temen2 gw kalo alasan gw gak bisa nerima orang baru lagi dikehidupan gw untuk sementara adalah karena perasaaan gw ini terlalu banyak yang elu bawa pergi ke jogja, jadi gak ada sisa buat orang lain. aaaaaaaaaaaa gak kuat, fine I end up on you.
Ok kaca mata sudah mulai berembun, gue kalah mie, kalah sama air mata!!! padahal bukan ini yang mau gw tulis hari ini.

Minggu, 11 Maret 2012

MATI

 Well, barusan gw dapet email dari salah satu rekan kantor ( Raden Mas Said ), dan gw udah minta izin bwt share disini supaya dakwah ini bisa berjalab dengan estafet, karena pada hakikatnya kan kebaikan itu perlu disampaikan walau cuma 1ayat.

As A reminder, monggo di baca :

Persiapan untuk hari TUA kita nantinya. Perlu di Renungkan, Inilah Proses Kematian & Hancurnya Tubuh Kita!

Berikut merupakan langkah - langkah dalam hitungan menit dan jam...


>Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan JANTUNG berhenti /detak,nafas tertahan & badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam & tenggorokan berkontraksi.
> 0 menit > kematian secara medis terjadi ketika Otak kehabisan supply Oxigent.
> 1 menit> Darah berubah warna & Otot kehilangan kontraksi ,isi kantung kemih keluar tanpa izin.
> 3 menit> sel sel otak tewas.
Secara masal..saat ini otak benar2 berhenti berpikir.
> 4- 5 menit> Pupil Mata mebesar & berselaput. Bola mata mengkerut karena ke hilangan tekanan darah.
> 7-9 menit> Penghubung ke otak mulai mati.
> 1-4 jam > Rigor Mortis (fase di mana keseluruhan otot di tubuh jadi kaku).membuat otot kaku & Rambut berdiri. kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
> 4-6 jam > Rigor Mortis terus beraksi. Darah yg berkumpul lalu mati & warna kulit menghitam.
> 6 jam > Otot msh berkontraksi. Proses penghancuran efek alkohol msh berjalan.
> 8 jam > Suhu tubuh langsung menurun drastis.
> 24-72 jam > Isi perut membusuk oleh Mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.
> 36-48 jam > Rigor mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.
> 3-5 hari > Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
> 8-10 hari > warna tubuh berubah dari hijau ke merah se jalan dengan membusuknya darah.
> Beberapa Minggu > Rambut kuku & gigi dengan mudahnya terlepas.
> 1 bln > Kulit anda mulai mencair.
> 1 tahun > Tidak ada lagi yg tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya Cantik, Gagah, Ganteng, kaya & berkuasa. Skrng hanyalah tumpukan Tulang - Belulang yg menyedihkan. Jadi apa lagi yg mau disombongkan orang sebenarnya??


Well, semoga bisa menjadi pengingat bagi diri sendiri, bahwasannya fase mati adalah sebuah fase yang PASTI dilewati semua makhluk-Nya yang bernyawa. Hanya yang membedakan adalah bagaimana cara kita menghembuskan nafas terkahir kita, apakah dengan menyebut asma Allah atau  tidak. Menyikapi tulisan diatas ada baiknya kita sama-sama bersiap untuk menghadapi fase tersebut agar bisa kita lewati dengan khusnul khatimah, meski kita tidak pernah tau kapan azal akan menjemput kita. Caranya??ya berdo'a, mohon untuk diberikan akhir yang baik.

Jumat, 24 Februari 2012

Karena Kau begitu Abu - Abu.

Ku tatap wajah cantik yang menggandeng lenganku manja di foto yang ku simpan di meja kerjaku, ada rindu yang menggelayuti hatiku. Hampir seminggu aku menjalani hariku tanpanya, ya istriku, aku mengizinkannya pergi ke amsterdam untuk tour bersama teman - temannya, sementara aku di sini memboyong Ibu ku untuk tinggal di rumahku sementara istriku di amsterdam. Tiba - tiba HP ku berderit, ah sms dari istriku rupanya.

"Mas, aku sudah landing nih jemput yah di bandara, please, please, please :D" -My beloved wifey-

Senyumku mengembang seketika, namun tak lama meredup lagi, ah apa jadinya jika hari ini ia ku bawa pulang lalu bertemu dengan Ibu ku di rumah? sejak awal kami pacaran zaman SMA dulu, Ibuku kurang setuju aku menjalin hubungan dengannya, bukan saja karena di keluarga kami tidak mengenal istilah pacaran, tapi juga karena Cheryl tidak berjilbab seperti halnya Ibu dan istri - istri kakak - kakak ku yang lainnya. Aku tidak mau memaksa cheryl untuk  segera berjilbab, karena aku faham betul wataknya, ia tak bisa dipaksa, semakin ku paksa ia akan semakin memberontak, ahh baiklah ini karena aku terlalu mencintainya, sehingga untuk urusan jilbab aku menomor sekiankan hal itu, yang terpenting bagiku adalah cheryl tidak pernah meninggalkan shalatnya kecuali saat ia datang bulan. Lama tak ku balas smsnya, aku larut dalam kekhawatiranku sendiri, lalu sebuah telpon pun masuk, nomor cheryl rupanya.

"Hallo, assalammu'alaikum Mas Tio" Ucapnya lembut.
"Iya, wa'alikumussalam sayang. " Jawabku senang.
"Ih, mas gimana sih, kok smsku ndak di balas, aku udah cape nih, pengen cepet sampe rumah. Jemput yah" Ujar Cheryl mendengus.
"Ah, iya sayang. Aku masih ada urusan di kantor, memang kamu nda bisa naik taksi?" Jawabku dengan agak menyesal, bagaimana pun Ibu pasti tidak akan suka aku keluar kantor hanya untuk menjemput cheryl pulang, aku tak ingin Ibu berfikir cheryl menyusahkanku saja, aku tak ingin cheryl tersudut.
"Ih, kok gitu sih mas, hmmm..yaudah dech kalo gitu, Mas terusin aja kerjaannya di Kantor, aku pulang sendiri aja gak apa, heheh" Ujar cheryl dengan nada agak kecewa, namun suara tawa ringannya itu sedikit melegakanku, ahh cheryl sayang, maafkan Mas, pekikku dalam hati.

**************************************************************************
Sorenya, selepas maghrib aku memacu mobilku cepat ke arah rumahku, hari itu jalanan lumayan bersahabat denganku, tak ada macet, hingga aku bisa segeratiba di rumah ku. Ku lihat di teras rumah Ibu sedang duduk sambil memegang tasbih di tangannya, aku menghampiri Ibu dan ku cium punggung tangannya takzim.
"Loh bu, kok Ibu di luar sih? gerah ya bu?" tanyaku pada Ibu yang terlihat agak kesal.
"Ibu takut khilaf kalau di dalam, takut ibu kalap memaki istrimu itu." Ujar ibu sambil meneruskan dzikirnya. Aku terkesiap, ah ulah cheryl yang mana yang membuat ibu sampai bersikap seperti itu.
Aku tidak meneruskan pembicaraan kami, aku langsung pamit kepada ibu untuk segera masuk ke rumah, hatiku panas namun tak henti bertanya tanya ada apa rupanya dengan cheryl, tiba di ruang tamu, aku melihat beberapa shopping bag yang tersimpan di sofa ruang tamu kami, tak ada yang aneh, ini memang pemandangan yang lazim terjadi saat cheryl baru pulang travelling, aku beranjak ke ruang tengah, disana ku dapatai istriku cheryl tengah membereskan kopernya, ku sentuh bahunya dari belakang sambil mengucap salam, lalu cheryl menjawab dan menoleh, namun apa yang ku dapatai, pipi cheryl basah, ia menangis, Astagfirullah aku kaget bukan main, apa yang terjadi dengan ke 2 bidadari ku ini.
"Sayang, ada apa?kenapa nangis?Kamu ngambek sama Mas?Mas minta maaf sayang, maaf" Ucapku sambi menyeka air matanya, cheryl menggelengkan kepalanya dan memelukku erat. Aku bingung sekaligus panik karena cheryl tak berhenti menangis, 5 tahun pacaran dan sudah 3 tahun pernikahan, aku tak pernah melihat cheryl sesedih ini. Ku papah cheryl ke kamar, aku tak ingin situasi ini dilihat oleh Ibu ku.
"Sayang, ada apa?jujur sama mas, ayo ada apa?" Ujarku sambil mendudukannya di sofa kamar kami. Cheryl mulai menyeka air matanya sambil berusaha menenangkan diri, aku meraih segelas air putih yang ada di kamar kami dan membiarkannya minum. Pelan - pelan setelah cheryl agak tenang, akhirnya ia mulai mau bercerita.
"Mas, aku minta maaf karena aku selalu menyusahkan mas bahkan setelah kita 8tahun bersama pun, aku masih terus membuat mas susah, menghabiskan uang mas dengan terus berkeliling dunia, dan bahkan karena keegoisanku juga, mas akhirnya setuju untuk aku agar tidak memiliki anak dulu." Ujar Cheryl tertahan, aku menggengam tanganya dan menatapnya dalam.
"Sayang, siapa bilang aku merasa disusahkan olehmu, siapa bilang aku merasa keberatan dengan semua itu sayang, siapa?aku merasa baik - baik saja, soal anak bukankah ini demi study mu, kita kan sudah sepakat untuk menunda memiliki momongan hingga S2 mu selesai sayang." Ujarku sambil kemudian memeluk cheryl erat, Cheryl tetap sesenggukan, dia nampak begitu lelah dan terpukul. Setelah itu ia nampak lebih tenang, terlebih setelah adzan isya berkumandang, dari luar kamar terdengar suara ibu memanggilku dengan setengah berteriak.
"Tio, ayo berjama'ah nak" Ujar Ibu setengah berteriak, aku menyahut dengan cepat dan segera berwudhu di kamar mandi, kamarku. Ku ajak Cheryl untuk bergabung berjama'ah denganku dan Ibu, namun cheryl menolak dengan alasan ingin lebih khusyu' shalat sendiri di kamar, aku lagi - lagi tak kuasa memaksa istriku untuk menjalankan shalat dengan cara yang lebih utama yaitu berjama'ah.
Aku menghampiri ibuku di mushola rumahku dengan agak berat karena harus meninggalkan cheryl sendirian, Ibu menatapku heran, "Mana istri cantikmu itu?kenapa tidak ikut berjama'ah?" tanya ibu padaku. Aku hanya tersenyum tanpa berniat mendebatnya, aku tak mau aku malah jadi memperkeruh suasana, segera ku lafalkan iqomat untuk segera memulai shalat kami.
Ku imami Ibu ku dengan khusyu', selepas shalat dan dzikir, aku mencium punggung tangannya, Ibu memegang kepalaku dan mengusapnya, aku larut dalam suasana itu hingga aku merasakan ada tetesan hangat yang menetes ke kepalaku, aku mendongak, ternyata Ibu ku menangis. Ya Allah, ada apa ini, kenapa hari ini 2 bidadari dunia ku menangis?
"Bu, Ibu kenapa kok nangis?Tio ada salah apa sama ibu?" tanyaku pelan sambil mengusap pipinya yang sudah penuh kerut.
"Tio, apakah Ibu pernah memintamu untuk melakukan sesuatu yang Ibu inginkan? dan apakah pernah Ibu menolak apapun yang kamu pinta?" tanya ibu lirih.
Aku terhenyak mendengar pertanyaan Ibu, seketika aku merasa mataku panas, rasanya buliran air mataku juga tak mau kalah untuk keluar dari pelupuk mataku.
"Ibu, demi Allah yang nyawaku ada dalam genggaman-Nya, tak pernah sekalipun Ibu meminta sesuatu hal pun kepadaku, dan tak pernah sekalipun Ibu menolak permintaaanku meski ibu tak suka, memangnya ada Bu, ada apa?coba katakan pad Tio." Ujarku dengan air mata yang mulai tumpah, kali itu aku merasa menjadi anak yang begitu durhaka karena telah membiarkan Ibu ku meneteskan air matanya dengan deras, namun sungguh aku tak mengerti perihal sebab Ibu menangis.
"Tio, 32 tahun Ibu membesarkanmu tidak pernah sekalipun Ibu meminta sesuatu halpun kepadamu, lalu apakah salah jika saat ini diakhir usia senja Ibu, Ibu meminta sesuatu padamu, nak?" tanya Ibu sambil mengusap wajahku dengan air matanya yang masih berlinang, tanpa fikir panjang lagi aku mengiyakan, "Silahkan bu, mintalah apa yang Ibu inginkan, Tio pasti akan berikan apapun yang ibu inginkan Insya Allah." Ujarku cepat dan bersungguh - sungguh.
"di usia senja ibu ini, Ibu ingin kau ceraikan istrimu Katrina Cheryl Widodo." Ujar Ibu dengan suara bergetar namun terdengar begitu sungguh - sungguh, aku tersentak hebat, Ya Allah bagaimana mungkin, bagaimana mungkin aku menceraikan wanita yang telah kucintai selama 8 tahun ini, aku tak sanggup, aku melepaskan genggaman jemari ibuku yang sedari tadi mengusapi wajahku, aku menatapnya penuh kesedihan, aku betul - betul tidak sanggup untuk memenuhi permintaanya yang satu ini.
"Kenapa, kau keberatan dengan permintaan ibu ini?kau tak rela Ibu meminta hal itu?hah?" Ucap Ibu sambil terus menerus menangis.
"Tapi Bu, kenapa?kenapa harus hal ini yang Ibu pinta dariku?Bukankah Ibu tahu, aku tak bisa hidup tanpa cheryl?Bahkan dari 8 tahun lalu pun aku sudah ungkapkan ini kepada Ibu dan keluarga besar kita kan bu?salah Cheryl apa hingga ibu menyuruh aku menceraikannya?" Tanya ku dengan wajah memelas.
"Kau masih tanya alasannya?perlukah Ibu beberkan? Tio, Ibu yakin kamu tidak asing dengan istilah birul walidayn kan?apakah kamu tidak menganggap bahwa permintaan Ibu ini adalah sebuah sarana untukmu mengamalkan Birul walidayn itu?" tanya Ibu sambil menyeka air matanya.
Aku terhenyak, lama aku terdiam tak terdengar suara kami berbantahan lagi, yang terdengar hanya suara sesenggukan kami berdua. hingga akhirnya aku teringat sesuatu.
"Tapi bu, bukan kah birul waidyn itu hanya bisa dilaksanakan untuk hal - hal yang baik saja, bukan untuk hal yang mendatangkan kemudharatan, apalagi hal yang dibenci Allah yaitu perceraian?" Ujarku merasa ada pembenaran. Ibu ku menatapku lembut, dan aku begitu menyukai tatapan itu, kemudian ia membetulkan posisi duduknya. Ia tersenyum sambil berkata.
"Sepertinya kamu lupa akan satu riwayat, nak. ' Dari sahabat Abdullah bin umar brkata: Aku mempunyai seorang istri serta mencitainya dan umar tidak suka kepada istriku. Kata umar kepadaku 'Ceraikanlah istrimu' lalu aku tidak mau. Maka umar datang kepada Nabi shalallahu 'alihi wassaalam dan menceritakannya, kemudian nabi  berkata 'ceraikanlah istrimu'  dan hadist ini diriwayatkan oleh Imam tirmidzi dan Abu daud, lalu jika kamu belum puas, berikut ini adalah hadist yang diriwayatkan oleh abu darda, ' Dari Abu darda radiyallahu 'anhu: bahwa ada seseorang datang kepadanya dan berkata 'Sesungguhnya aku memiliki seorang istri dan menyuruhku menceraikannya. Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wassalam  bersabda ' Orang tua adalah sebaik - baiknya pintu surga, seandainya kamu mau, maka jagalah pintu itu jangan engkau siasiakan , maka engkau jaga' " Ibu menjelaskan semuanya dengan panjang lebar, aku terkesiap Astagfirullah bagaimana mungkin aku lupa akan semua riwayat yang ibu sebutkan, aku akui memang setelah aku menikah, aku jadi jarang menghadiri majlis - majlis ilmu, bahkan halaqahku sudah off sama sekali.
"Aku mengerti bu, tapi aku mohon berikan aku satu alasan mengapa aku harus menceraikan Cheryl bu?" tanyaku masih bersikeras.
"Tio, apa kau tidak merasa ada yang berubah dengan ruhani mu semenjak kau menikah??coba hitung semenjak kau menikah berapa kali kamu mendatangi kelompok halaqah mu??kamu fikir ibu tidak tahu?lalu kamu fikir sebagai imam keluarga dan lelaki yang memiliki fondasi iman yang kuat sedari kecil, apakah dibenarkan untuk menolak rizki Allah dengan menunda memiliki momongan?Tio ketahuilah bahwa kamu sungguh telah dibutakan oleh cintamu terhadap istrimu sehingga kamu mau saja melakukan hal - hal yang bertentangan dengan syariat agama?"ujar ibu dengan nada tegas sekarang.
"Tapi bu bukankah hal tersebut masih belum fatal, aku masih bisa memperbaiki semuanya bu, tidak harus bercerai, lagi pula cheryl adalah istri yang baik, aku tidak menemukan noda setitikpun dari aktifitas ibadah cheryl, dia rajin shalat dan puasa bu." ujarku tak mau kalah.
"Baiklah, katakanlah dia rajin shalat dan puasa, lalu bagaimana dengan kewajiban berjilbabnya?adakah ia mengenakan jilbab sekarang?kamu tidak lupa kan dengan perumpamaan orang yang mengisi air dengan bejana yang bolong disetiap sisinya?semua airnya tidak seutuhnya tersimpan di bejana itu, airnya tercecer kemana2 dan tidak akan bisa penuh, nah seperti itulah cherylmu itu saat ini." ujar ibu sambil beranjak pergi dari mushola rumahku, ibu meinggalkanku dalam keadaan bimbang, aku sungguh mencintai istriku cheryl, aku teramat mencintainya, namun aku juga begitu ingin berbakti pada wanita hebat yang menjadi ibuku, aku tahu beliau tidak mungkin marah jika perkara itu remeh. Aku tersungkur dalam sujud panjangku, berat rasanya hari ini bagiku.
Lalu dari belakang terdengar suara langkah kali yang mendekat ke arahku, cheryl rupanya.
"Mas, ada apa?kok lama sekali shalatnya?" tanya cheryl yang terlihat sudah lebih baik.
Aku mentapnya dalam, wajahnya yang putih bersih, hidungnya yang mancung, matanya yang bulat dan bening, rambutnya yang ia cat pirang, ahh katrina cheryl widodo yang ku cintai, bagaimana mungkin kau harus ku ceraikan.
"Ada apa sih mas?mas berantem sama Ibu?" tanya cheryl padaku.
"Cheryl, ah maksudku, sayang, kamu masih belum kefikiran juga untuk pakai jilbab?" tanyaku kembali padanya.
"Hah?hahahhaha, belum lah mas, aku kan sering bilang, aku masih kepengen jilbabin hatiku dulu, heheh" ujarnya cengengesan, aku menanggapinya hambar tanpa senyum sama sekali, rupanya cheryl masih belum menganggapku serius.
"memang kenapa mas?Kamu mau aku pake jilbab segera?atau Ibumu yang memintaku untuk segera berjilbab?" tanya cheryl kemudian.
"Aku sayang, aku yang menginginkanmu untuk segera berjilbab, itu kan wajib sayang, perintah agama, perintah Allah, bahkan itu tertulis jelas di surat Al- Ahzab ayat 59." ujarku berhatu - hari padanya. Cheryl mengerutkan keningnya, ia menarik rambut pirangnya kebelakang.
"Mas, Mas Tio kan selama 5 tahun pacaran dan sekarang 3 tahun usia pernikahan kita selalu janji mau menerima aku apa adanya, lah kok sekarang mas nuntut aku bgitu sih?" tanya cheryl kemudian, aku tahu tak akan mudah bagi cheryl memenuhi permintaanku.
"Kalau mas nuntut aku supaya aku pake jilbab kayak Ibu, kayak Mbak Reni, Mbak Adis, dan Mba Tiur, istri - istri kakak kakakmu itu, berarti Mas tak menerimaku apa adanya." Ujar Cheryl dengan mata memerah.
"Kamu salah sayang, menyuruhmu berjilbab itu bukan keinginanku, tapi keingingan Allah Tuhan kita semua! masa kau tidak faham juga?" ujarku sedikit emosi dengan sanggahan - sanggahan Cheryl.
"Baiklah kalau itu perintah Tuhan, yasudah biarkan saja ini menjadi urusanku dengan Tuhan saja, Mas, Ibu atau siapapun jangan ikut campur soal urusan ini." Ujar cheryl yang membuatku tersentak hebat, bagaimana mungkin gadis cantik yang selalu aku banggakan akhlaknya berani bicara seperti itu.
"Cheryl, kamu dan anak - anak kita nanti adalah tanggung jawabku kepada Allah di akhirat nanti, jadi bagaimana mungkin aku tidak mencampuri urusanmu perihal jilbab ini." Ucapku sambil memegang bahunya agar ia menganggap serius perkataanku.
"Baiklah, kalau begitu, ceraikan saja aku mas, agar tanggung jawab Mas terhadap Allah nanti tidak berat. Aku akan memakai jilbab mas, pasti! tapi pada saatnya tiba nanti!!." Aku tersentak hebat lagi - lagi, aku terpukul. Mataku basah lagi, aku beranjak meninggalkan cheryl di mushola rumah kami. Cheryl menangis dengan suara keras, aku meliriknya sesaat sebelum meninggalkannya, ada rasa tak tega yang terselip di hatiku saat itu, namun aku harus tegas padanya, cheryl pun telah dengan tegas minta aku ceraikan, tanpa harus mendurhakai orang tuaku mungkin memang ini sudah saatnya aku menceraikannya. Aku termenung di ruangan kerja rumahku, ku tatap foto - foto kami dari zaman pacaran hingga sekarang kami berrumah tangga. Lalu kejadian di mushola tadipun berseliweran di benakku, Wajah ibu berbekas kuat di ingatanku, aku tahu mungkin ini cara Mu untuk menunjukan kepadaku bahwa sudah saatnya aku menunjukan baktiku kepada Ibu ku, maka dengan bismillah ku tekan no hp kawanku Rais yang seorang pengacar untuk mengurus perceraianku dengan istriku malam itu tepat pukul 2 dini hari. Aku kembali menangis tersedu - sedu menagdukan semua yang berkecamuk di dalam hatiku kepada- Nya. Ku ambil wudhu dan ku dirikan shalat istikharah dan tahajud, sujud2 panjang terus ku lakoni hingga adzan subuh berkumandang dan tak sedikitpun aku tertidur, dan setelah subuh keputusanku untuk bercerai dengan Cheryl semakin mantap. Aku memang mencintaimu bidadariku, tapi aku lebih mencintai Tuhanku Illahi Rabbi. Karena kau begitu abu - abu bagiku, cheryl.

Kamis, 16 Februari 2012

Dear Allah,

Perbedaan antara pasrah dan menyerah..ah semua terlalu membingungkan bagiku.
Sekuat hati aku mencoba meyakinkan diriku bahwa 'ini sudah saatnya aku pergi dari sini', tapi ketika usahaku untuk menemukan dunia baru itu kini berujung di jalan buntu, aku merasa sendiri, merasa tak punya harapan lagi. Kenapa? karena aku merasa saat seseorang menghembuskan sebuah harapan padaku tentang dunia baru itu, lalu ia kuatkan aku untuk mencoba ketika aku awalnya meragu, hingga akhirnya aku memberanikan diri mencoba mengetuk pintu dunia baru itu, namun apa yang ku dapat setelah aku sampai pada tahap itu, pada tahap yakin dan berharap agar aku bisa segera menyelami dunia baru itu, kini yang kudapati adalah jalan buntu, tidak ada direction apapun aku harus bagaimana, langkah apa yang harus aku tempuh sekarang. Aku limbung setelah sesaat sebelumnya anganku terbang ke dunia baru itu. Rabbi, kini aku berpasrah apapun hasilnya itu, bahkan kini akupun bingung saat harus berdo'a kepada Mu, apa yang harus ku minta pada Mu lagi?meminta agar Engkau berikan aku dunia baru itu?hah..bukankah itu sudah sering ku ucapkan dalam setiap sujud panjangku?dan Kau pun tiada mengindahkan pintaku. Aku berkesimpulan, mungkin Engkau memandang bahwa dunia baru itu tak cukup baik untukku, karena itu Engkau tak menjawab pintaku, karena itu Rabbi, aku berserah pada Mu, berpasrah Pada Mu akan setiap takdir yang telah Engkau suratkan untukku, pasrah iya pasrah.