Kamis, 05 April 2012

Beginilah Caraku Bahagia

Lalu sekarang aku harus berpura2 menjadi temannya lagi, agar aku bisa tetap keep in touch dengannya. Harus bersikap sok asyik dan nampak tegar di balik monitor. Entahlah, sampai kapan keadaan ini akan terus berlanjut, lalu sekuat apa aku bisa bertahan dengan kepura2an ini.
Aku, tidak pernah bermain - main dengan hatiku sendiri, tapi karena kebodohanku kini ku biarkan dia mempermainkan hatiku. Membencinya adalah sebuah keniscayaan dan boleh ku lakukan, hanya saja aku tak ingin, ah bahkan tak bisa. Dia, di mata hatiku adalah pribadi yg baik, yang begitu mudah disayangi dan sulit dibenci. Aku tak ingin membuang energyku untuk membencinya, hidup ini terlalu singkat untuk ku habiskan dengan membencinya. Dia atau aku berhak bahagia dengan cara kami masing - masing. Karena itu, beginilah caraku bahagia, bahagia dengan menjadi temannya meski dengan perasaan merah jambu yang masih sama banyaknya seperti saat tanggal 27 maret 2012.
Aku menyayangimu dalam diamku, dan aku bahagia, itu saja titik.

Selasa, 03 April 2012

Pertemuan itu..

Hei, AJ..
Aku sembunyikan luka ku di sini..
Ku lebur senyumku di sini..tertutupi luka dari mu..

Hei, AJ..
Di sini, aku tak lagi bisa berpura - pura tersenyum.
Tak lagi perlu sok tegar dengan 'pukulanmu' ini..

Ah, AJ..
Aku akui ini salahku, ya tak sepenuhnya salahmu..
Aku terlalu cepat menyayangimu, terlalu cepat merasa nyaman denganmu..

Ah, AJ..
Aku terlalu cepat merasa bahagia denganmu,
Hingga aku yakin kau adalah orang yang tepat untukku

Ah, AJ..
Tapi aku tetap bersyukur..mensyukuri kebersamaan kita
Kebersamaan kita yang cepat dan singkat..

AJ..
Meski begitu aku tetap terluka,,terluka dan dalam..
Bahkan kadang aku khawatir, jika sampai aku akan tiba dalam satu kondisi..
Kondisi dimana saat aku mengingatmu, lalu aku sudah tak sanggup menangis lagi..
Karena hatiku tlah terlanjur terluka..hingga untuk menangis, air matakupun enggan untuk keluar..

Ah, AJ..
ku akui, aku pernah bahagia denganmu..
Ya aku pernah bahagia denganmu..
Jadi aku rasa tak adil jika aku mencaci keputusanmu..

AJ..
meski aku tak mengerti mengapa harus aku yang kau sakiti?
Tidak kah kau percaya bahwa kadang tak perlu waktu waktu lama untuk kita memutuskan untuk mencitai seseorang..

AJ..
aku tidak akan cepat - cepat mencari penggantimu, tidak AJ.
Aku takut, aku takut jika aku sadar bahwa ternyata banyak bagian hatiku yang kau bawa pergi begitu saja.

AJ..
jangan sepelekan perasaanku..
Jangan sepelekan pertemuan kita yang singkat itu..
Aku yakin suatu saat nanti kau akan fahami ini.

*sigh

Kalo boleh jujur, pura - pura itu melelahkan. Iya gue jadi harus pura - pura baik - baik aja didepan temen - temen kantor, keluarga dan temen - temen twitter. Gw gamau semua orang tahu luka gw, gw gamau orang2 ikut2an benci sama AJ, ya meskipun AJ udah jahat sama gw dan gw benci banget sama dia, tapi ya cukuplah Allah yang bales, gw atau siapapun gak berhak menghakimi dia. BLOG, ya Blog adalah satu2nya "rumah" yang bisa gw singgahi kapan saja, saat semua kejujuran tertulis disini, saat gw harus tutup2i luka gw ditwitter dan orang - orang sekitar gw, maka di blog semuanya bisa gw tulis dan ceritakan dengan jujur. Gw tahu gak banyak orang yang akan mampir kesini, hingga gw bisa dengan bebas cerita apapun disini, rumah rumah gw kok :p
Ahh, berpura2 gpp itu susah!! Lelah!! :'(

Terimakasih dan Selamat Tinggal AJ.

Aku harap 2 april 2012 lalu menjadi kali terakhir aku menangis karena disakiti oleh seorang lelaki yang tidak bertanggung jawab. Ah, iya. Semua orang pasti pernah menangis dan pernah merasa teramat bodoh pada waktu - waktu tertentu. Ya, aku memang mengenalnya dengan sangat singkat, tapi itu tidak menjadi jaminan bahwa rasa sayang yang aku miliki tak sedalam perkenalan kami. Aku menyesali, mengapa dia begitu bisa dengan mudah dicintai tanpa syarat, hingga kini kisah cinta kami pun begitu singkat, bahkan lebih singkat dari cerita cinta Artis ABG itu. Malam itu aku menangis lama, ada luka yang terkoyak saat itu, AJ hanya mengirimiku sms yang cukup panjang, menjelaskan masalah kami dan kenapa kami harus putus dengan media yang begitu mudah, SMS, tanpa makna. Aku kembali termenung, sebegitu tidak pentingnya kah aku baginya? semudah itu kah aku dimatanya? hingga ia hanya perlu memutuskan hubungan kami lewat SMS?aku menangis, menyesali dan tak berhenti mencari alasan, mengapa aku?mengapa harus aku yang ia sakiti?mengapa aku yang ia permainkan perasaannya?mengapa ah..dan hingga larut aku pun tak menemukan alasannya mengapa harus aku. Ku tekan layar HP ku, ku ketik sms demi sms meminta waktu 5menit saja untuk bicara dengannya untuk yang terakhir kali, namun ia tak juga menjawab panggilanku. Aku, saat itu begitu kalap, terkuasai emosi. Ku minta bantuan pada adik2-annya agar menyuruhnya mengankat telponku dan memberikan aku waktu 5menit untuk bicara dan setelah itu aku berjanji tak akan mengganggunya lagi. Dalam letih dan lemas karena tidak sedikitpun makanan yang masuk ke perutku dari siang, aku terus menangis, memohon - mohon agar dia mengangkat telponku, harga diri?ah entah kemana ia perginya malam itu. Tangisku semakin menjadi saat malam semakin larut, lalu akhirnya AJ menelponku, ku jawa salamnya dan ku cecar ia dengan pertanyaan2 yang sama, ya "kenapa harus aku?" suaraku terbata, air mataku mengalir deras mencecarnya, tapi kalian tahu?tak sedikitpun kata maaf terucap dari mulut AJ, entahlah terbuat dari apa hatinya, bahkan merasa bersalahpun ia tidak rasakan. Aku sakit lagi saat itu, lelah, kantuk , dan lemas mengendalikan tubuhku, tapi terselip lega disana, karena paling tidak apa yang ingin aku katakan sudah ku keluarkan semua.
Ah AJ, andai kau tahu setulus apa rasa sayangku padamu saat itu. Aku tak yakin ada yang mampu menyayangimu seperti aku. Tanpa syarat, tanpa balas yg ku harap. Aku hanya ingin kau tak sakiti aku saja. Namun semua sudah terlanjur terkoyak, kacau dan porak poranda. Kau, AJ adalah satu2nya orang yang telah membuat aku begitu terluka, aku tak akan lupakan itu. Teruslah hidup dalam keegoisanmu, maka kau akan temukan wanita yang sama egoisnya dengan dirimu, yang menganggap bermain2 dengan hati adalah hal biasa. AJ, aku hanya akan mencintaimu satu kali dan itu adalah kemarin, meski aku tahu dan sadar ternyata aku tak pernah kau cintai.

Senin, 02 April 2012

Knp harus gw sih??kenapa harus gw Bas*ard!!! :'((((
Fase ini harus dilewati, ya harus dilewati dengan baik.
Gak boleh berlama - lama terpuruk, gw harus cepet bangkit!!
Sebelum ini gw udah biasa sendiri kok, eh nggak, maksudnya sebelum ini ada Mama Papa gw kok yg selalu support gw, juga ada adik2 gw yang mau dengan sabar dengerin gw, kalo sekarang gara2 gak ada si AJ gw jadi down, ya boleh2 aja sih, cuman ya gak boleh lebih dari 24jam! iya terkadang kita mesti loh kejam sama diri sendiri, lah orang si AJ aja tega mainin perasaan gw, masa gw gak tega sama diri gw sendiri buat benahin perasaan gw yang udah terkoyak! Suka atau gak suka, gw memang kudu bangkit, bangun dari mimpi indah gw kemarin. Kenyataan dan masa depan itu nampak begitu cerah bwt gw, masa2 kuliah, kerja, berteman, ya pkoknya gw cuma mau temenan aja sama orang2, dan gamau dideketin sebelum jelas arah dari maksud dan tujuan orang itu deketin gw! laki2 itu memang mesti diuji ketahanannya ngadepin kita yg asem sebelum kita manisin dengan sikap.
hahaha, nulis postingan ini aja gw masih nangis, gak sangka aja gitu kok bisa sih gw disakitin kek gini, hahahah. Ya Allah, nyesek banget.

Minggu, 01 April 2012

Sorot Mata Itu Bukan Cinta

Ternyata sorot mata itu bukan sayang, bukan cinta, seperti yang aku tebak dalam hatiku.
Ternyata tutur kata manis dan sopan itu bukan kedewasaaan, seperti yang aku yakini dulu.
Ternyata kata sayangnya semu, bukan zahir seperti perasaanku padanya.

Sesuatu yang mudah didapat memang akan lebih mudah terlepas. Ya aku belajar banyak hal darinya, dari seorang A.J yang tampan, yang nampak digilai oleh wanita - wanita cantik, bahkan yang tak cantik sekalipun seperti aku.

Perkenalan kami yang tak biasa, juga masa pendekatan kami yang singkat, membuat usia hubungan kamipun lebih singkat dari angin kemarau yang hanya numpang lewat.

Aku, adalah seseorang yang cukup sulit untuk jatuh cinta, biasanya. Namun saat dia mulai intens mendekat padaku, memberikan perhatian2 layaknya sesorang yg mencinta, akhirnya membuatku luluh hingga hatiku porak poranda sekarang.

Dia adalah seorang pria tampan dengan segala pesona fisik yang mampu membutakan mata hati seorang wanita yang mengagguminya. Mungkin ia tak cukup siap dengan komitmen, atau mungkin ia juga lupa bahwa ia memiliki seorang adik perempuan, sehingga ia bisa dengan tanpa rasa bersalah yang menggunung, menyakiti aku yang telah begitu dalam mencintainya.

Jika boleh aku membandingkan dengan mantan2ku yg sebelumnya, maka AJ adalah satu2nya orang yg begitu jahat padaku, haruskah aku menyumpah serapahinya atas kelakuannya yang sungguh tidak dewasa ini? aku rasa aku memang layak untuk melakukan itu, tapi sungguh Allah telah mengunci lisanku dari kata2 kotor itu, aku tak ingin kesakitanku menjadi sia - sia, aku tahu Allah berikan AJ sebagi ujian untukku, Dia ingin aku belajar, Dia juga ingin berikan aku ladang pahala, hingga jika aku sabar, maka Allah akan lebih menyayangiku. Maka aku rasa tak perlu lah aku mencacinya, membencinya berlebihan dan mendo'akan yang buruk - buruk tentang dia, aku tahun Tuhanku Allah adalah Dzat Yang Maha Adil, orang baik pasti akan Dia balas dengan baik, pun dengan orang jahat, pasti akan dibalas dengan kejahatan. Sungguh aku meyakini, tidak ada yang sia - sia dari apa yang telah Allah timpakan kepadaku lewat AJ ini.
Satu pintaku Rabbi, Ikhlaskan aku dan beri aku pengganti Agus Jamal yang jauh lebih baik segala - galanya darinya. Aku yakin Kau telah siapkan itu untukku, The right man, in the right place and in the right time! aamiin.