Rabu, 16 Mei 2012

Lovely Latte (1)

Pandangan kami beradu di sela - sela kerumunan orang - orang yang sedang menikmati penampilan band jazz yang sedang menggelar mini concert di sebuah coffee shop milik salah satu personil mereka. Ah, hanya beberapa detik saja, lagi pula akupun sudah lupa bagaimana jelas raut wajahnya, iya semua karena aku tidak mengenakan kacamataku. Aku menenggak caramel machiatoku pelan sambil mengobrol ringan dengan teman - temanku.

"Eh, tadi arsitek yang mau ngedesign cafe kita siapa jadinya?" Tanya Rangga salah satu temanku memulai pembicaraan.
"Loh katanya mau pake temenya Felix yang anak Aussie itu, emm siapa namanya..err.eh..aduh" Jawab Sissy yang kebingungan menghafal nama arsitek yang dimaksud, sejurus kemudian sosok felix datang dengan seorang pria berkacamata minus dan berambut cepak.
"Oi, guys! sorry - sorry gw tadi ngeshoot home bandnya dulu, keren banget soalnya performance nya, men! " Ujar Felix heboh, ya Felix memang salah satu teman kami yang paling heboh dan rusuh untuk beberapa hal, dan kami menyayanginya. Kami hanya tertawa - tawa kecil mendengar kehebohan yang Felix ceritakan, dan aku sambil sesekali mencuri - curi pandang ke arah lelaki berkacamata minus yang felix bawa, ah sepertinya aku pernah melihat mata itu, tapi dimana..

"Oia, ini kenalin, temen gw yg gw critain itu, namanya AB..emm, lengkapnya Abimanyu, tapi dia biasa dipanggil Abe." Ucap Felix dengan bangganya memperkenalkan lelaki disampingnya.
"Hi, guys, gw Abe.." Ucap pria itu manis, sambil mengulurkan tangannya bergantian kepada kami.
"Abe ini tinggal di Aussie yah?" Tanya sissy kemudian.
"OH iya, dia sebenernya masih kuliah di aussie tapi ini dia lagi liburan ya selama 2 bulanan ke depan dia bakal disini, makanya mungkin bisa bantu - bantu ngedesign cafe kita, heheh" jawab Felix sambil nyegir kuda.
"Ih, felix! gue kan tanyanya sama Abe, kok jadi lo yang jawab sih ih" Sahut Sissy kesal.
Aku haya tersenyum kecil melihat tingkah teman - temaku itu, Abe pun hanya tersenyum simpul sebelum akhirnya melihat ke arahku dan membuat jantungku nyaris berhenti berdetak, ah aku tidak tahu kenapa bisa begini.
"Oh iya, lo tadi yang berdiri di tengah kerumunan penonton itu kan yah?" Tanyanya kemudian.
"eh, iya, hahhaa kok lo bisa tau sih, be?" tanyaku polos dengan detakan jantung yang sama seperti saat ia melihatku sebelum ia mulai bicara.
"Iya tadi gw ngeliat lo, lo suka jazz juga yah?" Tanya Abe kembali, ah Tuhan aku tidak tahu seperti apa warna pipiku saat ia kemudia bertanya kepadaku dengan senyuman yang...menyejukan.
Belum sempat aku menjawab, Sissy mendahuluiku menjawab.
"Idih Abe, kok Loza terus yang ditanyain, gw sama Rangga enggak ih" kata sissy sok protes.
Abe menatapku sekilas, aku semakin kikuk, ah ini betul - betul awkward moment.
"Hehehe, iya deh iya, sissy suka juga sama lagu - lagu jazz yah?" tanya Abe dengan mimik wajah yang begitu manis, Hah, kenapa sih ada sosok pria seperti Abe, yang pada saat pertama bertemu saja sudah begitu mudah untuk dikagumi. Pertanyaan Abe tadi mengungang gelak tawa kami, kami?ah tidak mereka, ya hanya mereka, aku terlalu kikuk untuk ikut tertawa dengan mereka.
Tiba - tiba Hpku berderit, sebuah sms masuk..
Unkwon number..ah siapa ini..

"Za, gw sadar sekarang seberapa worth it lo untuk gw pertahankan"

DEGH!! aku lunglai seketika, ini pasti Ben..pria yang sudah membuatku begitu rapuh saat ia memutuskan hubungannya denganku sebulan lalu dan membuatku lebih porak poranda dengan mempertontonkan kemesraannya dengan pacar barunya di twitter. Rangga sepertinya membaca apa yang terjadi tanpa aku ceritakan. Ia mengisyaratkan aku untuk menyerahkan handphoneku padanya, aku menurut saja padanya. Rangga dengan santai nampak mengotak atik HPku, sebelum kemudian memberikannya kembali padaku, aku memeriksa HP ku, ah ternyata Rangga menghapus sms Ben. Suasana menjadi agak kaku, karena aku yang sedari tadi tertawa - tawa menjadi murung karena sms itu, dan Ranggapun bersikap yang sama dengaku, seolah moodnya jg ikut terganggu. Hanya terdengar Felix yang terus heboh menceritakan konsep cafe kami kepada Abe yang nampak mengamatiku diam - diam.

"Za, sakit yah?pucet banget gitu" Tanya sissy akhirnya kemudian, aku bukannya tak menikmati kebersamaan kami sore itu, tapi aku benar - benar ingin menangis saat menerima sms dari Ben itu, aku masih begitu mencintainya meski Ben sudah menghempaskan aku dengan begitu kasar, tapi aku juga tak cukup berani untuk menyambut uluran tangan ben kembali, karena aku tahu, teman - teman baikku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, mereka terlalu takut aku tersakiti lagi, dan aku menghargai mereka.
"Iya, Loza sakit sy, gw anterin dia balik dulu yah, lo pada kalo masih mau discuss soal konsep cafe dan arsitekturnya, terusin aja dulu yah, gw anter Loza balik dulu, ayo za." Ujar Rangga sambil mengulurkan tangannya padaku. Aku menatapnya sebentar, mata teduh sahabatku sedari kecil ini mampu membuatku mengiyakan semua maunya. Aku beranjak bangun dari dudukku, dan meninggalkan sahabat - sahabatku juga Abe di sana.

"Ben, semua gara - gara Ben kan, Za?" Tanya Rangga sambil mengemudikan mobilnya pelan.
Aku tak menjawab, hanya buliran air mataku saja yang turun perlahan - lahan dari sudut mataku.
"Za, kenapa sih lo masih rapuh aja dapet sms dari si brengsek ben itu?lo gak inget dia ngebuang lo kayak apa?kenpa Za?" Tanya Rangga kembali, aku masih terus menangis bahkan dengan debit air mata yang lebih deras, aku sesak.
"Za.." Tanya Rangga dengan intonasi agak tinggi, sebelum kmudian ia melihat ke arahku yang duduk disampingnya dengan berurai air mata. Spontan Rangga menghentikan laju mobilnya dan menggenggam jemariku.
"Za, gw minta maaf klo gw bikin lo nangis, tapi Za udah donk jangan sampe lo kebawa hati lo terus, lo jangan kalah sama perasaan random lo itu, jangan biarin Ben mainin perasaan lo lagi" Ujar Rangga sambil terus menggenggam jemariku, aku semakin tersedu - sedu saat melihat ke dalam matanya yang sungguh - sungguh memintaku berhenti menjadi bodoh karena tetap mencintai Ben.
"Ga, lo tau kan gimana sayangnya gw sama Ben?gimana dalemnya perasaan gw sama Ben?" Tanya ku kemudian.
"Iya gw tau, tau banget! tapi terus emang itu semua bikin si Ben itu jadi beneran sayang juga sama lo?kan enggak Za, lo gak inget apa dia ngebuang lo kayak apa demi cinta masa sekolahnya itu?lo lupa Za?lupa?!" Tanya Rangga dengan nada yang lebih tinggi, dan kemudian disambut oleh bunyi klakson kendaraan di belakang kami yang jadi tersendat karena Rangga menghentikan mobilnya sembarangan dan tiba2. Rangga tetap tak bergeming dengan suara klakson dan makian pengguna jlan lainnya, aku menatap rangga, dan menggenggam jemarinya erat, sambil berujar..
"Ga, gw baik - baik aja, gw kuat kok ga, gw gak apa - apa, lo jangan khawatir yah.." Ujar ku sambil menghapus air mataku dan meyakinkan Rangga, Rangga nampak luluh dan akhirnya menjalankan mobilnya kembali....

Selasa, 15 Mei 2012


Semoga, ya semoga.,...

Terus gw cuma bisa buang nafas..
Semacam perasaan hopeless berimplikasi speechless..
Agak nyesel sih, kok bisa gw cuma diem aja mendem kekesalan sendiri, padahal kalo gw mau. gw bisa aja nyeplosin buat negur tu orang. Tapi lagi - lagi atas nama ah ..sudahlah intinya kemauan gw untuk menegur atau mengingatkan orang itu biar bisa profesional tak cukup kuat.
Kenapa gitu, kejutekan gw gak bisa berfungsi dengan baik saat mau diaplikasikan untuk hal - hal yang bersifat formal, ah maksud gw ya soal kerjaan gitu, terlebih sama orang yang udah gw kenal dengan baik, itu susah banget diterapkan, padahal butuh!

Gw sih gak nyalahin kalo ada orang - orang yang nyuri - nyuri waktu buat ngerjain kerjaan lainnya di luar kerjaan kantor di jam kerja, ASAL!! mereka juga gak mengesampingkan duty mereka di kantor gitu. Se rese - resenya gw, se benci - benciinya gw sama kerjaan kantor gw, gw selalu nyelesein semuanya terlebih dahulu sebelum gw berkoar di twitter atau ngeblog. Atau sambil multitasking sekalipun, intinya gw kerjai kewajban gw dulu dikantor, sambil bantu yang lain, tapi juga gw melakoni hal lain di luar kerjaan secara berbarengan. Well, gw agak kesel aja jadinya, ketika gw dan temen - temen yang lain lagi berjibaku sama kerjaan kantor, tapi terus ada oknum yang dari tadi anteng aja ngerjain his own business, padahal kita tahu duty dia di kantor itu sedikit, tapi doi gak mau bantu sesama even untuk angkat telpon sekalipun. Well, ini sebenernya menjadi akar kekesalan kita, iya gak cuma gw. Gw berharap gw gak kayak gitu nantinya, dan smoga orang itu bisa cukup dewasa dan cerdas untuk bisa mengatur waktunya. Karena kita ini team, harus solid, saling menguatkan. Bukan sibuk masing - masing dan saling mengabaikan. Karena kita sudah cukup dewasa untuk bisa memisahkan mana yang prioritas mana yang bukan.

Rabu, 09 Mei 2012

Dan Kalian..

Yeay, alhamdulillah..tggl 10 May nih,,alhamdulillah Papa gw sekarang usianya jadi 45 tahun, tua yah, hehehe, tapi tetep kece, buktinya kalo gw jalan sama beliau, dia selalu disangka cwok gw, ya doi emang rapi banget sih klo mau nemenin gw pergi aja, wangi bet wangi..makanya gw jadi suka sama cwok wangi, heheh.

Oia tadi malem sekitar jam 11an gitu yah, my best ex ever, Fachmi telpon gw. hehe.
We talked so much..many things, termasuk soal AJ. Sejujurnya sih Fachmi sama AJ itu beda banget, seandainya boleh dianalogikan yah, mungkin kayak jaraknya bumi sama matahari deh. Dan yang lebih worth it dipertahankan untuk tetap di sayangi ya Fachmi, tapi entahlah gw kan memang udah move on dari fahmi dan itu butuh waktu setahunan lebih buat bikin gw netral dan ngosongin bener2 hati gw tanpa fachmi, hingga sekarang tempat yang dulu kosong itu dipenuhi sama AJ, sampe sesak dan kadang gw sakit, heheh.

Fachmi, sosok pria sederhana dengan segala kesimpelannya yang bikin dia loveable itu kembali mejadi sosok yang bahkan gak berubah sedikitpun didepan gw, masih hangat, masih sabar dengerin gw semaleman suntuk curhat soal AJ. Gak tahu deh gimana perasaannya dia waktu denger gw crita soal AJ, oia, ada satu kalimat yang gw masih inget betul dari percakapan kita semalam,

Gw       : "Mie, kamu pas abis dari aku, kamu sama siapa lagi?"
Fachmi: "Gak sama siapa2, susah nemu yang kyk kamu, ea"

Apa yah, ini kok kena banget ke hati gw,  2tahun loh, hampir 2tahun gitu kita udahan, dan dia......masih aja kepengen dapet yang kyk gw, kalo ini yang bikin dia masih sendiri sekarang, maka gw akan minta maaf, minta maaf banget karena gw yakin gak akan ada orang yang cara mencintai fachminya sama kyk gw. Gw sama fachmi itu bener - bener yang seneng susah bareng - bareng ( FYI gw tulis ini sambil dengerin tak kan pernah adanya GEISHA, our memorable song dari zaman SMA). Putus nyambung bikin gw sama fachmi makin kuat, sampe butuh waktu setahun lebih bwt gw bener - bener bisa lupain dia. Gw gak bisa bayangin, brokennya dia kyk apa waktu kita terpaksa harus putus untuk yang k2 kalinya. Gw juga , gw juga hancur banget waktu itu, namanya nangis tuh ya ampun...
Tapi ya, lambat laun gw akhirnya sadar kalo gw bener - bener harus move on dari fachmi, karena ya..ah sudahlah.
Yang jelas fachmi itu memang beda, dia seumuran sama gw, tapi pemikirannya jauh lebih dewasa dari gw, bisa bimbing gw, simplenya dia, tanggungjawabnya dia, kalemnya dia, ah gw bener - bener bertrimakasih banget sm Allah karena sudah pernah menghadirkan sosok seperti fachmi ke dalam episode kehidupan gw. Gw jujur aja masih sayang sama fachmi, dalem. Tapi sayangnya udah beda, entahlah apa nama sayang ini,yang jelas saat ini perasaan merah jambu yang kadang bikin gw nangis itu milik AJ! ya AJ lah si empunya selaksa merah jambu ini. Gak peduli dia mau sadar ato nggak kyk fachmi, juga gak peduli dia mau bales sayang gw dengan sayang lagi ato gak, gw akan tetep sayang sm AJ. Terserah dia mau pacaran lagi sama siapa, yang jelas gw akan ttp sayang sama dia, tanpa harus ngerusak kehidupan barunya Aj sm pacar barunya. Gw juga gak akan mengusik AJ lagi, kecuali AJ yang duluan menghubungi gw lewat apapun itu.
AJ, merah jambu ini akan tetep gw simpen, gak akan hilang, gw cuma berhenti, iya berhenti nunjukin merah jambu ini langsung ke lo.

Selasa, 08 Mei 2012

(Masih) Merah Jambu

Hey, kamu..
Apa kabar?masih suka basket?hehehe,,kuliah kamu gimana?masih suka bolos?hehhehe
Ah, AJ..iya sudah 2 pria yang ku pukul mundur setelahmu. Jangan tanya kenapa?karena kamu juga pasti tahu siapa penyebabnya, hahahha. Iya meskipun aku tahu kamu juga pasti tidak mau jadi penyebab aku menolak mereka - mereka itu. Tapi ya tanpa sengaja, aku jadikan kamu sebagai alasan aku tidak membuka hatiku untuk yang lain selain kamu.

Ah, mari kita menulis dengan hati..
AJ, kau tahu apa perbedaan antara cinta dan nafsu??
Biar ku beritahu kau yah, mudah saja, coba lihat aku, lihat hatiku, lihat caraku mencintaimu, adakah bau nafsu disana?AJ, kau tahu setelah aku dan kau memutuskan untuk menjalani hidup masing - masing tanpa kata manis "kita", aku tidak sedetikpun berhenti mencintaimu. Iya, bahkan aku tidak mengerti mengapa aku tak sedikitpun kehilangan rasa cinta dan sayangku padamu, padahal luka yang kau torehkan di hatiku sudah begitu menganga, dan bukan tak sakit. Aku malah menikmati saat - saat dimana aku menangis karena merindukanmu, namun begitu tersadar aku menemui kenyataan bahwa kau tidak sedikitpun mau merindukan aku. Itu sakitkan?hehehe. Tapi sekali lagi, biarpun aku berusaha keras membencimu, aku tak pernah sungguh - sungguh membencimu. Malah, aku semakin bisa mengontrol perasaanku, menata dan mengalokasikan muatan rasa sayangku padamu lewat tulisan, lewat do'a dan lewat do'a, dan lewat do'a :')
AJ, saat ini level perasaanku padamu sudah ..ah entahlah level berapa, seandainya ini ma icih, maka mungkin sudah level 10, yang membuat orang harus mengeluarkan air mata saat memakannya, sayangnya aku tak suka pedas, dan kau juga bukan? #Loh? heheh, Ya AJ, aku sudah terlalu mencintaimu dengan segenap jiwaku, dengan segenap pahit manis yang pernah kau jejalkan ke mulutku untuk ku telan. Aku telah sampai pada tahap dimana aku begitu mencintaimu, tapi tak lagi berharap untuk bisa bersamamu kembali, karena aku cukup realistis. Aku dan kau tidak akan pernah lagi jadi "kita" dan aku menyadari itu, karena itu aku hanya bisa mencintaimu dalam diam dan pada dalamnya do'a disujudku. Jangan khawatir aku akan menuntut balasan dari mu, jangan! karena itu tak akan pernah ku minta dan ku tuntut. Baiklah dari penjelasanku ini, bagaimana?adakah kau lihat nafsu di sini?di seonggok merah jambu yang ku punya untukmu ? :')

Senin, 07 Mei 2012

Dibuang Sayang ..hahhaha

AB three karang anyar :))

ini lucu si mamahnya, haahha

6 may 2012 @graha sindu





Jadi ini lah penampakan gue di acara nikahannya abang gue tersayang, dan diluar ekspektasi gue, ternyata banyak yang suka sama penampilan gue hari itu, ya gue juga sengaja sih mau di  dandanin gitu sm cici natalie, abisan gue dateng sendiri kan ke TKP sementara disana gue bakal ketemu makhluk yang bernama mantan!!! oh pantang donk tampil seadanya, hhahaha.

ini penampakan pengantin ngocolnya :))